Modernis.co, Jakarta – Hari Ozon Internasional jatuh pada tanggal 16 September. Perayaan ini menjadi hari penting untuk umat manusia.
Sebab, lapisan ozon sangatlah penting bagi umat manusia. Oleh karena itu, perayaan ini bukan sekadar seremonial atau hanya sebuah formalitas.
Penetapan Hari Ozon Internasional menjadi pengingat global akan pentingnya lapisan ozon yang melindungi kehidupan umat manusia di muka Bumi.
Sebelumnya, ozon adalah perisai alami yang menjaga kita dari radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari matahari.
Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan kemajuan dan tantangan umat manusia dalam misi melindungi ozon untuk kehidupan yang aman.
1. Berawal Dari Protokol Montreal
Hari Ozon Internasional ditetapkan untuk memperingati penandatanganan Protokol Montreal pada 16 September 1987 yang dilakukan oleh 188 negara.
Sehingga Protokol ini merupakan perjanjian lingkungan hidup internasional yang paling sukses dan mengikat secara hukum.
Melalui perjanjian ini, negara-negara berkomitmen untuk mengurangi dan akhirnya menghentikan produksi zat-zat yang merusak ozon, seperti klorofluorokarbon (CFC).
2. Lubang Ozon Sebenarnya Bukan “Lubang”
Istilah “lubang ozon” sering kali menyesatkan. Sebenarnya, lubang ozon bukanlah lubang literal yang kosong. Akan tetapi, sebuah area di stratosfer, terutama di atas Antartika, di mana konsentrasi ozon menipis secara drastis.
Penipisan lapisan ozon disebabkan senyawa kimia buatan manusia yang terlepas ke atmosfer, seperti diatur dalam Protokol Montreal. Hari Ozon Internasional menjadi hal penting sebagai pengingat warga dunia.
3. Peringatan Ini Menunjukkan Keberhasilan Kerja Sama Global
Hari Ozon Internasional membuktikan bahwa kerja sama internasional dapat mengatasi masalah lingkungan berskala besar. Lubang ozon telah menyusut dengan segala cara yang telah dikoordinasiakan oleh PBB dalam memantau pelaksanaan Protokol Montreal.
Ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan ozon akan kembali ke tingkat seperti sebelum tahun 1980-an pada pertengahan abad ini. Ini adalah kisah sukses lingkungan yang patut kita rayakan dan jadikan inspirasi.
4. Pelindung Alami dari Sinar UV
Lapisan ozon berperan krusial dalam menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet (UV) B yang berbahaya dari matahari. Oleh karena itu Hari Ozon Internasional berusaha mengingatkan pentingnya lapisan ozon bagi bumi.
Tanpa lapisan ozon, radiasi ini akan mencapai permukaan Bumi dalam jumlah yang jauh lebih besar, meningkatkan risiko kanker kulit, katarak, dan merusak ekosistem laut serta tanaman.
5. Masih Ada Ancaman Tersembunyi
Meskipun Protokol Montreal sangat berhasil, tantangan baru terus muncul. Senyawa pengganti yang ramah ozon, seperti hidroklorofluorokarbon (HCFC) dan hidrofluorokarbon (HFC), kini terbukti memiliki dampak besar pada pemanasan global.
Oleh karena itu, protokol Montreal telah diamandemen untuk menargetkan senyawa-senyawa tersebut dan mengurangi dampaknya terhadap iklim.
Dengan merayakan Hari Ozon Internasional, kita diingatkan tentang kerentanan Bumi dan pentingnya tindakan kolektif.
Kisah sukses lapisan ozon menunjukkan bahwa kita memiliki kekuatan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan jika kita bertindak bersama. Mari terus dukung upaya untuk menjaga lapisan ozon dan planet kita tetap sehat. (IF)




Kirim Tulisan Lewat Sini